hello

Rabu, 29 Mei 2013

Hubungan Interpersonal

Hubungan Interpersonal

Dewasa ini, kita semakin menyadari bahwa perkembangan hubungan antara dua orang (antarpribadi) diatur oleh seperangkat kekuatan yang kompleks yang harus dikelola secara terus menerus oleh para pihak yang terlibat. Sebagai makhluk sosial, manusia tentunya membutuhkan orang lain. Salah satu cara berhubungan dengan orang lain kita melakukan komunikasi. dimana membuka diri dan berbicara terus terang dianggap sebagai strategi membangun hubungan yang berarti.
Menurut suatu artikel yang saya bacadan dapat disimpulkan bahwa, Hubungan interpersonal adalah hubungan yang melibatkan dan membentuk dua pihak yaitu antara anda dan saya, dimana kita bisa saling berbagi pengalaman. Hal ini dapat dinamakan proses perkenalan, saat masing-masing individu saling bertemu dan memulai interaksi. Hubungan ini akan selalu berubah karena membutuhkan tindakan tertentu untuk membentuk keseimbangan. Contohnya dengan teman baru dikampus, umumnya kita mengenal satu orang terlebih dahulu untuk saling berbagi pengalaman lalu mengenal yang lain nya.

A. Model-model Hubungan Interpersonal
Ada beberapa teori yang menjelaskan hubungan interpersonal, mengikuti Ikhtisar Coleman dan Hammen (1974:224-231) menyebutkan empat model, yaitu :

1. Model Pertukaran Sosial
Model ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu transaksi dagang. Orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya. Terdapat empat konsep pokok dalam teori ini, yaitu :
- Ganjaran yang dimaksud adalah setiap akibat yang dinilai positif yang diperoleh seseorang dari suatu hubungan.
Contoh nya ganjaran dapat berupa uang, penerimaan sosial atau dukungan terhadap nilai yang dipegangnya. 
-  Biaya adalah akibat yang dinilai negatif yang terjadi dalam suatu hubungan.
Contoh nya biaya itu dapat berupa konflik, kecemasan, dan keruntuhan harga diri dan kondisi-kondisi lain yang dapat menimbulkan efek – efek tidak menyenangkan.
-Hasil/ Laba adalah ganjaran dikurangi biaya.
Misalnya bila seorang individu merasa, dalam suatu hubungan interpersonal, bahwa ia tidak memperoleh laba sama sekali, ia akan mencari hubungan lain yang mendatangkan laba.
- Tingkat perbandingan menunjukkan ukuran baku (standar) yang dipakai sebagai kriteria dalam menilai hubungan individu pada waktu sekarang.
Misalnya dalam pertemanan dalam mendapat teman baru biasanya seseorang suka membanding-bandingan ukuran teman yang pada waktu lalu dan teman yang pada waktu sekarang.

2.  Model Peranan
Model peranan menganggap hubungan interpersonal sebagai panggung sandiwara. Di sini setiap orang harus memainkan peranannya sesuai dengan “naskah” yang telah dibuat oleh masyarakat.
Jadi kalau menurut saya disini seseorang tidak menjadi dirinya sendiri melainkan karena pencitraan yang sudah terlanjur dibuat oleh masyarakat. Misalnya sebagai ketua desa dimana seseorang yang dianggap pemimpin dalam suatu lingkungan dituntut untuk menjadi seseorang yang patut dicontoh oleh orang banyak.

3. Model Permainan
Dalam model ini, orang- orang berhubungan dalam bermacam- macam permainan. Dalam hubungan interpersonal, kita menampilkan salah satu aspek kepribadian kita (orang tua, orang dewasa dan anak-anak) dan orang lain membalasnya dengan salah satu aspek tersebut juga.

4. Model Interaksional
Model ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu sistem.Hubungan interpersonal dapat dipandang sebagai sistem dengan sifat- sifatnya.Singkatnya, model interaksional mencoba menggabungkan model pertukaran, peranan, dan permainan.

B. Memulai Hubungan

Dalam memulai suatu hubungan interpersonal seseorang akan menumbuhkan beberapa sikap yaitu :
1.   Saling percaya, hal ini dianggap penting dalam menentukan efektivitas komunikasi jika dapat diwujudkan dengan baik hal ini dapat menimbulkan interaksi yang menyenangkan.
2.   Suportif, proses mengurangi sikap difensif dalam komunikasi. Sikap difensif akan terjadi saat individu merasa bahwa dirinya tidak dapat menerima, atau bahkan saat melakukan kebohongan dan tidak jujur.
3. Saling terbuka, sangat berpengaruh dalam membentuk komunikasi interpersonal yang efektif. Sikap ini akan mengurangi perasaan curiga atau sikap tidak percaya terhadap individu lain saat berlangsungnya komunikasi interpersonal.
Sedangkan menurut saya dalam memulai hubungan itu dimana saat kita merasa kita klik dalam artian nyaman dengan seseorang, disitulah saya dapat memulai suatu hubungan.

- Pembentukan kesan dan ketertarikan Interpersonal dalam memulai hubungan
             Dalam menentukan suatu kesan dalam berhubungan interpersonal tahap ini sering disebut juga dengan tahap perkenalan. Bisa nya diawali dengan kontak permulaan (eye contect) pada tahap ini biasanya masing-masing pihak berusahamengenali identitas dan sikap, bila mereka merasa ada kesamaan mulailah dilakukan proses mengungkapkan diri. Pada tahap ini informasi yang dicari biasanya meliputi data usia, pekerjaan, tempat tinggal, keadaan keluarga dan sebagainya. Di ikuti oleh kesamaan-kesamaan sikap dan pendapat terhadap suatu objek, perencanaan yang akan datang, kepribadian, perilaku pada masa lalu hobi dan minat. Jika kesamaan kesamaan tersebut telah timbul maka terjadilah ketertarikan interpersonal yang lebih dalam.

C. Keintiman (intimacy) dan Hubungan Pribadi
Menurut Steinberg (1993) berpendapat bahwa suatu hubungan intim adalah sebuah ikatan emosional antara dua individu yang didasari oleh kesejahteraan satu sama lain, keinginan untuk memperlihatkan pribadimmasing-masing yang terkadang lebih bersifat sensitif serta saling berbagi kegemaran dan aktivitas yang sama. Keintiman (intimacy) sangat berkaitan dengan derajat kecintaan, kepercayaan, kepuasan, tanggung jawab dan pengertian pasangan dalam hubungan yang dekat (intim).
Untuk menjalin hubungan pribadi diperlukan adanya intimacy Cinta interpersonal membutuhkan tiga hal: Intimacy, Passion, dan Commitment. Perasaan dekat dan nyaman muncul dari kualitas kebersamaan yang bagus. Keberasamaan yang menciptakan Intimacy dan kenyamanan ini adalah sebuah wujud awal dari cinta yang sering disebut sebagai persahabatan atau pertemanan (Liking/Friendship).
Proses pendekatan itu proses dimana kebersamaan yang menciptakan Intimacy dan kenyamanan yang merupakan wujud awal cinta. Jika Intimacy, Passion, dan Commitment terpenuhi, maka sebuah hubungan akan menjadi sempurna karena dliliputi oleh cinta yang menyeluruh (Consummate Love). Namun, keadaan yang penuh cinta yang menyeluruh ini bisa berlangsung selamanya dan bisa juga tidak. Kenapa? Semua bergantung pada proses memelihara tiga hal tersebut yang dipenuhi berbagai rasa, mulai dari sedih, gembira, puas, kecewa, rindu bahkan bosan. Ketika Intimacy yang hilang, maka yang terjadi adalah cinta absurd (Fatuous Love).
Apa itu fatuos love /cinta absurd? Cinta absurd adalah cinta yang bersandar pada Passion dan Commitment.  seperti mempertahankan pernikahan atau berpacaran karena teman, orangtua, usia, dan motivasi dari luar lainnya.  Hanya saja, ada motivasi pada ketertarikan pribadi dan fisik, dan Comitment yang tidak bertujuan menjaga hubungan, tapi lebih bertujuan mengejar materi atau kekuasaan.  Cinta ini menjadi absurd karena hal yang paling awal tidak ada lagi.  Hilangnya Intimacyterjadi, juga karena respon yang tidak tepat terhadap rasa yang menyertai sebuah hubungan, seperti sedih, gembira, puas, kecewa, rindu bahkan bosan.
D.             Keintiman (intimacy) dan Pertumbuhan
Steinberg (1993) berpendapat bahwa suatu hubungan intim adalah sebuah ikatan emosional antara dua individu yang didasari oleh kesejahteraan satu sama lain, keinginan untuk memperlihatkan pribadi masing-masing yang terkadang lebih bersifat sensitif serta saling berbagi kegemaran dan aktivitas yang sama.
Faktor-faktor yang menumbuhkan hubungan interpersonal uang baik berhubungan dengan orang lain tanpa menilai dan tanpa berusaha mengendalikan. faktor kedua yang menumbuhkan sikap percaya pada diri orang lain. Kejujuran, faktor ketiga yang menumbuhkan sikap percaya. Sikap yang mengurangi sikap defens dalam komunikasi. Teori-teori tentang efek komunikasi yang oleh para pakar komunikasi tahun 1970-an dinamakan pula hypodermic needle theory, teori ini mengasumsikan bahwa media memiliki kekuatan yang sangat perkasa dan komunikan dianggap pasif atau tidak tahu apa-apa.
Selang pertumbuhan yang terus menerus meningkat maka keintiman yang terjadi pun semakin dekat dan semakin matang. Apapun alasan untuk berpacaran, untuk bertumbuh dalam keintiman, yang terutama adalah cinta. Keintiman tidak akan bertumbuh jika tidak ada cinta . Keintiman berarti proses menyatakan siapa kita sesungguhnya kepada orang lain. Keintiman adalah kebebasan menjadi diri sendiri. Keintiman berarti proses membuka topeng kita kepada pasangan kita. Bagaikan menguliti lapisan demi lapisan bawang, kita pun menunjukkan lapisan demi lapisan kehidupan kita secara utuh kepada pasangan kita.
Keinginan setiap pasangan adalah menjadi intim. Kita ingin diterima, dihargai, dihormati, dianggap berharga oleh pasangan kita. Kita menginginkan hubungan kita menjadi tempat ternyaman bagi kita ketika kita berbeban. Tempat dimana belas kasihan dan dukungan ada didalamnya. Namun, respon alami kita adalah penolakan untuk bisa terbuka terhadap pasangan kita. Dalam hal inilah keutamaan cinta dibutuhkan. Hal ini dapat disebabkan karena :
- Kita tidak mengenal dan tidak menerima siapa diri kita secara utuh.
- Kita tidak menyadari bahwa hubungan pacaran adalah persiapan memasuki pernikahan.
- Kita tidak percaya pasangan kita sebagai orang yang dapat dipercaya untuk memegang rahasia.
- Kita dibentuk menjadi orang yang berkepribadian tertutup.
- Kita memulai pacaran bukan dengan cinta yang tulus.

Sumber :
(Hall, S Calvin., Lindzey , Gardner., (2009). teori - teori psikodinamika, yogyakarta: kanisius)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar