Impian saya untuk mengikuti jejak Om Albert Lie sebagai pemilik sebuah ekspedisi laut membuat saya harus banyak berusaha, berdoa dan bertawakal. Menjadi seorang pemimpin sebuah perusahaan tidaklah mudah. Banyak hal yang harus dipikirkan dan dipertimbangkan. Secara otomatis, tidak ada yang namanya waktu luang untuk saya berleha-leha. Karena nasib hidup para karyawan saya akan saya pikul. Dan kerjasama dengan para pengusaha-pengusaha lain pun harus terjalin dengan baik. Tapi sebelum itu, saya harus menjadi panutan bagi para karyawan-karyawan saya. Saya harus tegas dalam bertindak, saya harus bersikap profesional kepada semua karyawan walaupun ada orang terdekat saya yang juga masuk sebagai karyawan saya. Saya paling tidak suka pemikiran yang berbelit-belit. Jadi baik klien maupun karyawan saya harus to the point jika menerangkan sesuatu kepada saya. Saya tidak suka orang yang tidak bisa kerja. Jadi jika ada karyawan saya yang tidak bisa mengerjakan sesuatu yang harus ia kerjakan, diharapkan untuk mengundurkan diri sebagai karyawan saya.
Saya berusaha semaksimal mungkin, untuk menjadi seorang pemimpin yang baik yang dapat menaruh karyawan saya sebagai teman, saudara namun jika mereka menjadi semena-mena. Saya akan jauh lebih semena-mena dengan mereka. Saya akan berusaha menjadi orang yang mudah memberikan kepercayaan kepada oranglain. Tapi jika mereka merusaknya, maaf saya tidak bisa lagi untuk percaya. Ibarat sebuah gelas yang pecah, walaupun ia dapat disatukan lagi. Itu tidak akan menutup retakan-retakan yang ada.
Menyadari impian saya ini cukup besar dan saya seorang wanita. Saya juga menyadari bahwa saya tidak hanya menjadi seorang pemimpin di dalam perusahaan, Tapi saya nanti nya juga tetap dirumah menjadi istri dan ibu yang baik untuk keluarga saya.
hello
Minggu, 29 Desember 2013
Psikologi Manajemen
1. MEMPENGARUHI PERILAKU
DEFINISI PENGARUH
Kegiatan atau keteladanan yang baik secara
langsung atau tidak langsung mengakibatkan suatu perubahan perilaku dan sikap
orang lain atau kelompok.
MODEL YANG MEMPENGARUHI
PERILAKU & PERANNYA DALAM PSIKOLOGI MANAJEMEN
Faktor
yang Mempengaruhi Perilaku Seseorang
·
Faktor Genetik atau Faktor
Endogen
Faktor genetik atau keturunan merupakan konsepsi dasar atau modal untuk kelanjutan perkembangan perilaku makhluk hidup itu.Faktor genetik berasal dari dalam diri individu (endogen), antara lain:
a. Jenis Ras
b. Jenis Kelamin
Faktor genetik atau keturunan merupakan konsepsi dasar atau modal untuk kelanjutan perkembangan perilaku makhluk hidup itu.Faktor genetik berasal dari dalam diri individu (endogen), antara lain:
a. Jenis Ras
b. Jenis Kelamin
c.
Sifat Fisik
d.
Sifat Kepribadian
e.
Bakat Pembawaan
f.
Intelegensi
2. KEKUASAAN
DEFINISI KEKUASAAN
Kekuasaan adalah kewenangan yang
didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut
sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan
melebihi kewenangan yang diperoleh atau kemampuan seseorang atau
kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan
keinginan dari pelaku (Miriam Budiardjo,2002).
SUMBER KEKUASAAN MENURUT FRENCH & RAVEN
Adapun
sumber kekuasaan menurut French & Raven ada 5 kategori yaitu;
1). Kekuasaan Paksaan (Coercive Power)
Kekuasaan imbalan seringkali dilawankan dengan kekuasaan paksaan, yaitu kekuasaan untuk menghukum. Hukuman adalah segala konsekuensi tindakan yang dirasakan tidak menyenangkan bagi orang yang menerimanya. Pemberian hukuman kepada seseorang dimaksudkan juga untuk memodifikasi perilaku, menghukum perilaku yang tidak baik/merugikan organisasi dengan maksud agar berubah menjadi perilaku yang bermanfaat.
1). Kekuasaan Paksaan (Coercive Power)
Kekuasaan imbalan seringkali dilawankan dengan kekuasaan paksaan, yaitu kekuasaan untuk menghukum. Hukuman adalah segala konsekuensi tindakan yang dirasakan tidak menyenangkan bagi orang yang menerimanya. Pemberian hukuman kepada seseorang dimaksudkan juga untuk memodifikasi perilaku, menghukum perilaku yang tidak baik/merugikan organisasi dengan maksud agar berubah menjadi perilaku yang bermanfaat.
2). Kekuasaan Imbalan (Insentif Power)
kemampuan seseorang untuk memberikan imbalan kepada orang lain (pengikutnya) karena kepatuhan mereka. Kekuasaan imbalan digunakan untuk mendukung kekuasaan legitimasi. Jika seseorang memandang bahwa imbalan, baik imbalan ekstrinsik maupun imbalan intrinsik, yang ditawarkan seseorang atau organisasi yang mungkin sekali akan diterimanya, mereka akan tanggap terhadap perintah.
3).
Kekuasaan Sah (Legitimate Power)
kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain karena posisinya. Seorang yang tingkatannya lebih tinggi memiliki kekuasaan atas pihak yang berkedudukan lebih rendah. Dalam teori, orang yang mempunyai kedudukan sederajat dalam organisasi, misalnya sesama manajer, mempunyai kekuasaan legitimasi yang sederajat pula. Kesuksesan penggunaan kekuasaan legitimasi ini sangat dipengaruhi oleh bakat seseorang mengembangkan seni aplikasi kekuasaan tersebut. Kekuasaan legitimasi sangat serupa dengan wewenang. Selain seni pemegang kekuasaan, para bawahan memainkan peranan penting dalam pelaksanaan penggunaan legitimasi.
kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain karena posisinya. Seorang yang tingkatannya lebih tinggi memiliki kekuasaan atas pihak yang berkedudukan lebih rendah. Dalam teori, orang yang mempunyai kedudukan sederajat dalam organisasi, misalnya sesama manajer, mempunyai kekuasaan legitimasi yang sederajat pula. Kesuksesan penggunaan kekuasaan legitimasi ini sangat dipengaruhi oleh bakat seseorang mengembangkan seni aplikasi kekuasaan tersebut. Kekuasaan legitimasi sangat serupa dengan wewenang. Selain seni pemegang kekuasaan, para bawahan memainkan peranan penting dalam pelaksanaan penggunaan legitimasi.
4). Kekuasaan
Pakar (Expert Power)
Seseorang mempunyai kekuasaan ahli jika ia memiliki keahlian khusus yang dinilai tinggi. Seseorang yang memiliki keahlian teknis, administratif, atau keahlian yang lain dinilai mempunyai kekuasaan, walaupun kedudukan mereka rendah. Semakin sulit mencari pengganti orang yang bersangkutan, semakin besar kekuasaan yang dimiliki. Kekuasaan ini adalah suatu karakteristik pribadi, sedangkan kekuasaan legitimasi, imbalan, dan paksaan sebagian besar ditentukan oleh organisasi, karena posisi yang didudukinya.
5). Kekuasaan Rujukan (Referent Power)
Banyak individu yang menyatukan diri dengan atau dipengaruhi oleh seseorang karena gaya kepribadian atau perilaku orang yang bersangkutan. Karisma orang yang bersangkutan adalah basis kekuasaan panutan. Seseorang yang berkarisma ; misalnya seorang manajer ahli, penyanyi, politikus, olahragawan; dikagumi karena karakteristiknya. Pemimpin karismatik bukan hanya percaya pada keyakinan – keyakinannya sendiri (factor atribusi), melainkan juga merasa bahwa ia mempunyai tujuan-tujuan luhur abadi yang supernatural (lebih jauh dari alam nyata). Para pengikutnya, di sisi lain, tidak hanya percaya dan menghargai sang pemimpin, tetapi juga mengidolakan dan memujanya sebagai manusia atau pahlawan yang berkekuatan gaib atau tokoh spiritual (factor konsekuensi). Jadi, pemimpin kharismatik berfungsi sebagai katalisator dari psikodinamika yang terjadi dalam diri para pengikutnya seperti dalam proses proyeksi, represi, dan regresi yang pada gilirannya semakin dikuatkan dalam proses kebersamaan dalam kelompok.
Seseorang mempunyai kekuasaan ahli jika ia memiliki keahlian khusus yang dinilai tinggi. Seseorang yang memiliki keahlian teknis, administratif, atau keahlian yang lain dinilai mempunyai kekuasaan, walaupun kedudukan mereka rendah. Semakin sulit mencari pengganti orang yang bersangkutan, semakin besar kekuasaan yang dimiliki. Kekuasaan ini adalah suatu karakteristik pribadi, sedangkan kekuasaan legitimasi, imbalan, dan paksaan sebagian besar ditentukan oleh organisasi, karena posisi yang didudukinya.
5). Kekuasaan Rujukan (Referent Power)
Banyak individu yang menyatukan diri dengan atau dipengaruhi oleh seseorang karena gaya kepribadian atau perilaku orang yang bersangkutan. Karisma orang yang bersangkutan adalah basis kekuasaan panutan. Seseorang yang berkarisma ; misalnya seorang manajer ahli, penyanyi, politikus, olahragawan; dikagumi karena karakteristiknya. Pemimpin karismatik bukan hanya percaya pada keyakinan – keyakinannya sendiri (factor atribusi), melainkan juga merasa bahwa ia mempunyai tujuan-tujuan luhur abadi yang supernatural (lebih jauh dari alam nyata). Para pengikutnya, di sisi lain, tidak hanya percaya dan menghargai sang pemimpin, tetapi juga mengidolakan dan memujanya sebagai manusia atau pahlawan yang berkekuatan gaib atau tokoh spiritual (factor konsekuensi). Jadi, pemimpin kharismatik berfungsi sebagai katalisator dari psikodinamika yang terjadi dalam diri para pengikutnya seperti dalam proses proyeksi, represi, dan regresi yang pada gilirannya semakin dikuatkan dalam proses kebersamaan dalam kelompok.
3. TEORI LEADERSHIP
DEFINISI
LEADERSHIP
Kepemimpinan atau leadership merupakan ilmu
terapan dari ilmu-ilmu social, sebab prinsip-prinsip dan rumusannya diharapkan
dapat mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan manusia (Moejiono, 2002). Ada
banyak pengertian yang dikemukakan oleh para pakar menurut sudut pandang
masing-masing, definisi-definisi tersebut menunjukkan adanya beberapa kesamaan.
A. TEORI X DAN Y DARI DAUGLAS MX GREGOR
Teori X
Teori X
menyatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pemalas yang tidak suka
bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan dan tanggung jawab yang
diberikan kepadanya. Individu yang berperilaku teori X mempunyai sifat : tak
suka dan berusaha menghindari kerja, tak punya ambisi, tak suka tanggung jawab,
tak suka memimpin, suka jadi pengikut, memikirkan diri tak memikirkan tujuan
organisasi, tak suka perubahan, sering kurang cerdas.
Contoh
individu dengan teori X : pekerja bangunan.
-
Keuntungan Teori X :
Karyawan
bekerja untuk memaksimalkan kebutuhan pribadi.
-
Kelemahan Teori X :
a.
Karyawan malas,
b.
Berperasaan irrasional,
c.
Tidak mampu mengendalikan diri dan disiplin.
Teori Y
Teori Y
memiliki anggapan bahwa kerja adalah kodrat manusia seperti halnya kegiatan
sehari-hari lainnya. Individu yang berperilaku teori Y mempunyai sifat : suka
bekerja, commit pada pekerjaan, suka mengambil tanggung jawab, suka memimpin,
biasanya orang pintar.
Contoh
orang dengan teori Y : manajer yang berorientasi pada kinerja.
-
Keuntungan teori Y :
a.
Pekerja menunjukkan kemampuan pengaturan diri,
b.
Tanggung jawab,
c.
Inisiatif tinggi,
d.
Pekerja akan lebih memotivasi diri dari kebutuhan pekerjaan.
-
Kelemahan Teori Y :
Apresiasi
diri akan terhambat berkembang karena karyawan tidak selalu menuntut kepada perusahaan
B. TEORI SISTEM 4 DARI RENSIS LIKERT
-
Asumsi dasar
Bila
seseorang memperhatikan dan memelihara pekerjanya dengan baikmaka operasional
organisasi akan membaik. Fungsi-fungsi manajemen berlangsung dalam empat
system:
1.
Sistem pertama : system yang penuh tekanan dan otoriter dimana segala sesuatu
diperintahkan dengan tangan besi dan tidak memerlukan umpan balik.
2.
Sistem kedua : system yang lebih lunak dan otoriter dimana manajer lebih
sensitive terhadap kebutuhan karyawan.
3.
Sistem ketiga : system konsultatif dimana pimpinan mencari masukan dari
karyawan.
4.
Sistem keempat : system partisipan dimana pekerja berpartisipasi aktif dalam
membuat keputusan.
C. THEORY OF LEADERSHIP PATTERN
CHOICE DARI TANNENBAUM & SCMIDT
Keberhasilan
menerapkan manajemen perubahan antara lain sangat ditentukan oleh gaya(style)
yang diadopsi manajemen. Teori ini berpendapat tingkat keberhasilan pengmbilan
keputusan sangat ditentukan oleh sejumlah gaya yang dianut dalam mengelola
perubahan. Gaya/cara yang dimaksud lebih menyangkut pengambilan keputusan dan
implementasi. Seseorang dapat melakoni gaya kepemimpinan dalam suatu horizon
mulai dari yang sangat otokratik hingga partisipatif.
Dengan demikian, maka menurut teori ini tidak selalu komotmen dan partisipasi bawahan diperlukan. Semua ini memerlukan analisis dan diagnosis mengenai kesiapan kedua belah pihak, yaitu atasan dan bawahan, baik sikap mental, motivasi, maupun kompetensinya.
Teori ini merupakan hasil pemikiran dari Robert Tannenbaum dan Warren H. Schmidt. Tannenbaun dan Schmidt dalam Hersey dan Blanchard (1994) berpendapat bahwa pemimpin mempengaruhi pengikutnya melalui beberapa cara, yaitu dari cara yang menonjolkan sisi ekstrim yang disebut dengan perilaku otokratis sampai dengan cara yang menonjolkan sisi ekstrim lainnya yang disebut dengan perilaku demokratis.
Menurut teori kontinuun ada tujuh tingkatan hubungan peminpin dengan bawahan :
1. Pemimpin membuat dan mengumumkan keputusan terhadap bawahan (telling).
2. Pemimpin menjual dan menawarkan keputusan terhadap bawahan (selling).
3. Pemimpin menyampaikan ide dan mengundang pertanyaan.
4. Pemimpin memberikan keputusan tentative, dan keputusan masih dapat diubah.
5. Pemimpin memberikan problem dan meminta sarang pemecahannya kepada bawahan (consulting).
6. Pemimpin menentukan batasan – batasan dan minta kelompok untuk membuat peputusan.
7. Pemimpin mengizinkan bawahan berfungsi dalam batas – batas yang ditentukan (joining).
Dengan demikian, maka menurut teori ini tidak selalu komotmen dan partisipasi bawahan diperlukan. Semua ini memerlukan analisis dan diagnosis mengenai kesiapan kedua belah pihak, yaitu atasan dan bawahan, baik sikap mental, motivasi, maupun kompetensinya.
Teori ini merupakan hasil pemikiran dari Robert Tannenbaum dan Warren H. Schmidt. Tannenbaun dan Schmidt dalam Hersey dan Blanchard (1994) berpendapat bahwa pemimpin mempengaruhi pengikutnya melalui beberapa cara, yaitu dari cara yang menonjolkan sisi ekstrim yang disebut dengan perilaku otokratis sampai dengan cara yang menonjolkan sisi ekstrim lainnya yang disebut dengan perilaku demokratis.
Menurut teori kontinuun ada tujuh tingkatan hubungan peminpin dengan bawahan :
1. Pemimpin membuat dan mengumumkan keputusan terhadap bawahan (telling).
2. Pemimpin menjual dan menawarkan keputusan terhadap bawahan (selling).
3. Pemimpin menyampaikan ide dan mengundang pertanyaan.
4. Pemimpin memberikan keputusan tentative, dan keputusan masih dapat diubah.
5. Pemimpin memberikan problem dan meminta sarang pemecahannya kepada bawahan (consulting).
6. Pemimpin menentukan batasan – batasan dan minta kelompok untuk membuat peputusan.
7. Pemimpin mengizinkan bawahan berfungsi dalam batas – batas yang ditentukan (joining).
Modern
Choice Approach to Participation
Model
ini mengarah kepada pemberian suatu rekomendasi tentang gaya kepemimpinan yang
sebaiknya digunakan dalam situasi tertentu.Menurut teori ini, gaya kepemimpinan
yang tepatditentukan oleh corak persoalan yang dihadapioleh macam keputusanyang
harus diambil. Ada tiga perangkat parameter yang penting dalam gaya
kepemimpinan teori ini, yaitu klasifikasi gaya kepemimpinan, kriteria
efektifitas keputusan, kriteria penemukenalan jenis situasi pemecahan
persoalan.
Teori
Kepemimpinan Contingensi of Leadhership (Fiedler)
Model ini menyatakan bahwa keefektifan suatu kelompok bergantung pada:
• Hubungan dan interaksi pemimpin dan bawahannya
• Sejauh mana pemimpin mengendalikan dan mempengaruhi suatu situasi.
Dalam hal yang pertama dapat dinilai dengan kuisoner LPC (Least Prepered Coworker)
• Jika skor LPC tinggi, maka pemimpin berorientasi pada hubungan
• Jika skor LPC rendah, maka pemimpin berorientasi pada tugas.
Misalnya didalam lingkungan bermasyarakat ketua RT setiap minggunya mengajak masyarakatnya untuk melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar. Dimana kerja bakti tersebut diadakan agar mempererat hubungan antara ketua RT dengan warganya dan warga dengan sesama warga yang lain. Dalam kerja bakti tersebut ketua Rt membimbing warganya untuk sama-sama bekerjasama dan dari kegiatan tersebut dapat diperoleh suatu manfaat agar ketua RT dapat mengenal warga lebih jauh dan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama.Tujuan ketua RT bukan hanya untuk menjadikan kampungnya bersih,tetapi lebih kepada mempererat hubungan interpersonal diantara mereka.
Model ini menyatakan bahwa keefektifan suatu kelompok bergantung pada:
• Hubungan dan interaksi pemimpin dan bawahannya
• Sejauh mana pemimpin mengendalikan dan mempengaruhi suatu situasi.
Dalam hal yang pertama dapat dinilai dengan kuisoner LPC (Least Prepered Coworker)
• Jika skor LPC tinggi, maka pemimpin berorientasi pada hubungan
• Jika skor LPC rendah, maka pemimpin berorientasi pada tugas.
Misalnya didalam lingkungan bermasyarakat ketua RT setiap minggunya mengajak masyarakatnya untuk melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar. Dimana kerja bakti tersebut diadakan agar mempererat hubungan antara ketua RT dengan warganya dan warga dengan sesama warga yang lain. Dalam kerja bakti tersebut ketua Rt membimbing warganya untuk sama-sama bekerjasama dan dari kegiatan tersebut dapat diperoleh suatu manfaat agar ketua RT dapat mengenal warga lebih jauh dan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama.Tujuan ketua RT bukan hanya untuk menjadikan kampungnya bersih,tetapi lebih kepada mempererat hubungan interpersonal diantara mereka.
PATH
GOAL THEORY
Model path-goal menganjurkan bahwa kepemimpinan terdiri dari dua fungsi dasar:
• Fungsi pertama; member kejelasan alur.
• Fungsi kedua; adalah meningkatkan jumlah hasil (reward) bawahannya.
Misalnya didarerah kalideres ada yang mengadakan arisan peket sembako, dimana ketua arisan paket sembako setiap tiga bulan sekali mengadakan rapat dengan para kordinator untuk meningkatkan kinerja kordinator. Didalam rapat tersebut para kordinator memberikan saran untuk memperbaiki hasil dari isi paket sembako tersebut, mengadakan hiburan setiap dua bulan sekali,dan ketua arisannya juga berkonsultasi kepada mereka dalam pengelolahan keuangan dari arisan tersebut.
Diatas merupakan contoh dari kepemimpinan partisipatif (participative leadership), dimana pemimpinnya berkonsultasi dengan bawahan dan mengambil saran-saran dan ide mereka. Kepemimpinan partisipatif dapat meningkatkan motivasi kerja bawahan.
4. MOTIVASI
Model path-goal menganjurkan bahwa kepemimpinan terdiri dari dua fungsi dasar:
• Fungsi pertama; member kejelasan alur.
• Fungsi kedua; adalah meningkatkan jumlah hasil (reward) bawahannya.
Misalnya didarerah kalideres ada yang mengadakan arisan peket sembako, dimana ketua arisan paket sembako setiap tiga bulan sekali mengadakan rapat dengan para kordinator untuk meningkatkan kinerja kordinator. Didalam rapat tersebut para kordinator memberikan saran untuk memperbaiki hasil dari isi paket sembako tersebut, mengadakan hiburan setiap dua bulan sekali,dan ketua arisannya juga berkonsultasi kepada mereka dalam pengelolahan keuangan dari arisan tersebut.
Diatas merupakan contoh dari kepemimpinan partisipatif (participative leadership), dimana pemimpinnya berkonsultasi dengan bawahan dan mengambil saran-saran dan ide mereka. Kepemimpinan partisipatif dapat meningkatkan motivasi kerja bawahan.
4. MOTIVASI
PENGERTIAN
MOTIVASI
Suatu
sugesti atau dorongan yang muncul karena diberikan oleh seseorang kepada orang
lain atau dari diri sendiri, dorongan tersebut bermaksud agar orang tersebut
menjadi orang yang lebih baik dari yang sebelumnya. Motivasi juga bisa
diartikan sebagai sebuah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan
oleh seseorang.
TEORI DRIVE
REINFORCEMENT & IMPLIKASI PRAKTISNYA
Pengertian
Teori Drive
Teori ”drive” bisa diuraikan sebagai teori-teori dorongan tentang motivasi, perilaku didorong ke arah tujuan oleh keadaan-keadaan yang mendorong dalam diri seseorang atau binatang. Contohnya., Freud ( 1940-1949 ) berdasarkan ide-idenya tentang kepribadian pada bawaan, dalam kelahiran, dorongan seksual dan agresif, atau drive (teorinya akan diterangkan secara lebih detail dalam bab kepribadian). Secara umum , teori-teori drive mengatakan hal-hal berikut : ketika suatu keadaan dorongan internal muncul, individu di dorong untuk mengaturnya dalam perilaku yang akan mengarah ke tujuan yang mengurangi intensitas keadaan yang mendorong. Pada manusia dapat mencapai tujuan yang memadai yang mengurangi keadaan dorongan apabila dapat menyenangkan dan memuaskan. Jadi motivasi dapat dikatakan terdiri dari:
• Suatu keadaan yang mendorong
• Perilaku yang mengarah ke tujuan yang diilhami oleh keadaan terdorong
• Pencapaian tujuan yang memadai
• Pengurangan dan kepusaan subjektif dan kelegaan ke tingkat tujuan yang tercapai
Teori ”drive” bisa diuraikan sebagai teori-teori dorongan tentang motivasi, perilaku didorong ke arah tujuan oleh keadaan-keadaan yang mendorong dalam diri seseorang atau binatang. Contohnya., Freud ( 1940-1949 ) berdasarkan ide-idenya tentang kepribadian pada bawaan, dalam kelahiran, dorongan seksual dan agresif, atau drive (teorinya akan diterangkan secara lebih detail dalam bab kepribadian). Secara umum , teori-teori drive mengatakan hal-hal berikut : ketika suatu keadaan dorongan internal muncul, individu di dorong untuk mengaturnya dalam perilaku yang akan mengarah ke tujuan yang mengurangi intensitas keadaan yang mendorong. Pada manusia dapat mencapai tujuan yang memadai yang mengurangi keadaan dorongan apabila dapat menyenangkan dan memuaskan. Jadi motivasi dapat dikatakan terdiri dari:
• Suatu keadaan yang mendorong
• Perilaku yang mengarah ke tujuan yang diilhami oleh keadaan terdorong
• Pencapaian tujuan yang memadai
• Pengurangan dan kepusaan subjektif dan kelegaan ke tingkat tujuan yang tercapai
TEORI HARAPAN
& IMPLIKASI PRAKTISNYA
Teori
pengharapan berargumen bahwa kekuatan dari suatu kecenderungan untuk bertindak
dengan suatu cara tertentu bergantung pada kekuatan dari suatu pengharapan
bahwa tindakan itu akan diikuti oleh suatu keluaran tertentu , dan pada daya
tarik dari keluaran tersebut bagi individu tersebut.
Dalam istilah yang lebih praktis, teori pengharapan, mengatakan seseorang karyawan dimotivasi untuk menjalankan tingkat upaya yang tinggi bila ia menyakini upaya akan menghantar ke suatu penilaian kinerja yang baik (Victor Vroom dalam Robbin 2003:229)
Karena ego manusia yang selalu menginginkan hasil yang baik baik saja, daya penggerak yang memotivasi semangat kerja seseorang terkandung dari harapan yang akan diperolehnya pada masa depan (Hasibuan 2001:165).
Apabila harapan dapat menjadi kenyataan, karyawan akan cenderung meningkatkan gairah kerjanya. Sebaliknya jika harapan tidak tercapai, karyawan akan menjdadi malas.
Teori ini dikemukakan oleh Victor Vroom yang mendasarkan teorinya pada tiga konsep penting, yaitu
1. harapan (expentancy)
2. nilai (Valence)
3. pertautan (Inatrumentality)
Dalam istilah yang lebih praktis, teori pengharapan, mengatakan seseorang karyawan dimotivasi untuk menjalankan tingkat upaya yang tinggi bila ia menyakini upaya akan menghantar ke suatu penilaian kinerja yang baik (Victor Vroom dalam Robbin 2003:229)
Karena ego manusia yang selalu menginginkan hasil yang baik baik saja, daya penggerak yang memotivasi semangat kerja seseorang terkandung dari harapan yang akan diperolehnya pada masa depan (Hasibuan 2001:165).
Apabila harapan dapat menjadi kenyataan, karyawan akan cenderung meningkatkan gairah kerjanya. Sebaliknya jika harapan tidak tercapai, karyawan akan menjdadi malas.
Teori ini dikemukakan oleh Victor Vroom yang mendasarkan teorinya pada tiga konsep penting, yaitu
1. harapan (expentancy)
2. nilai (Valence)
3. pertautan (Inatrumentality)
Implikasi
Teori Harapan
Ø Para manajer dapat
mengkorelasikan hasil yang lebih disukai untuk tingkat kinerja yang ditujukan.
Ø Para manajer harus memastikan
bahwa karyawan dapat mencapai tingkat kinerja yang ditujukan.
Ø Karyawan layak harus dihargai
untuk kinerja luar biasa mereka.
Ø Sistem imbalan harus berlaku
jujur dan adil dalam suatu organisasi.
Ø Organisasi harus merancang
pekerjaan yang dinamis dan menantang.
Ø Tingkat motivasi karyawan harus
terus dikaji melalui berbagai teknik seperti kuesioner, wawancara personal, dan
lain-lain.
TEORI TUJUAN
& IMPLIKASI PRAKTISNYA
Teori
tujuan mencoba menjelaskan hubungan-hubungan antara niat atau intentions
(tujuan-tujuan dengan prilaku), pendapat in digunakan oleh Locke. Teori ini
memiliki aturan dasar, yaitu penetapan dari tujuan-tujuan secara sadar. Menurut
Locke, tujuan-tujuan yang cukup sulit, khusus dan pernyataannya yan jelas dan
dapat diterima oleh tenaga kerja, akan menghsilkan unjuk kerja yang lebih
tinggi daripada tujuan-tujuan tidak khusus, dan yang mudah dicapai. Hasil
penelitian Edwin Locke dan rekan-rekan (1968), menunjukkan efek positif dari
teori tujuan pada prilaku kerja.
Penetapan
tujuan memiliki empat macam mekanisme:
a. Tujuan adalah yang mengarahkan perhatian
b. Tujuan adalah yang mengatur upaya
c. Tujuan adalah meningkatkan persistensi
d. Tujuan adalah menunjang strategi untuk dan rencana kegiatan
a. Tujuan adalah yang mengarahkan perhatian
b. Tujuan adalah yang mengatur upaya
c. Tujuan adalah meningkatkan persistensi
d. Tujuan adalah menunjang strategi untuk dan rencana kegiatan
TEORI HIERARKI
KEBUTUHAN MASLOW
Apabila
pegawai kebutuhannya tidak terpenuhi maka pegawai tersebut akan menunjukkan
perilaku kecewa. Sebaliknya, jika kebutuhannya terpenuhi amak pegawai tersebut
akan memperlihatkan perilaku yang gembira sebagai manifestasi dari rasa
puasnya.
Kebutuhan
merupakan fundamen yang mendasari perilaku pegawai. Karena tidak mungkin
memahami perilaku tanpa mengerti kebutuhannya.
KEBUTUHAN YANG
RELEVAN DENGAN PERILAKU DALAM ORGANISASI
Kebutuhan
merupakan fundamen yang mendasari perilaku pegawai. Karena tidak mungkin
memahami perilaku tanpa mengerti kebutuhannya.
Abraham
Maslow (Mangkunegara, 2005) mengemukakan bahwa hierarki kebutuhan manusia
adalah sebagai berikut :
1. Kebutuhan
fisiologis, yaitu kebutuhan untuk makan, minum, perlindungan fisik, bernapas,
seksual. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan tingkat terendah atau disebut pula
sebagai kebutuhan yang paling dasar
2. Kebutuhan
rasa aman, yaitu kebutuhan akan perlindungan diri dari ancaman, bahaya,
pertentangan, dan lingkungan hidup
3. Kebutuhan
untuk rasa memiliki (sosial), yaitu kebutuhan untuk diterima oleh kelompok,
berafiliasi, berinteraksi, dan kebutuhan untuk mencintai serta dicintai
4. Kebutuhan
akan harga diri, yaitu kebutuhan untuk dihormati dan dihargai oleh orang lain
5. Kebutuhan
untuk mengaktualisasikan diri, yaitu kebutuhan untuk menggunakan kemampuan,
skill dan potensi. Kebutuhan untuk berpendapat dengan mengemukakan ide-ide,
gagasan dan kritik terhadap sesuatu
Daftar
Pustaka:
Sarwono,
Sarlito W. 2005. Psikologi Sosial (Psikologi Kelompok dan Psikologi Terapan).
Balai Pustaka, Jakarta.
S.Psi.
Buku Ajar Psikologi Komunikasi – Fakultas Psikologi Unair 2010
Sihotang.
A. Drs. M.B.A. (2006).Menejemen Sumber Daya Manusia .Jakarta : PT Pradnya
Paramita.
Senin, 02 Desember 2013
Perbedaan Budaya Barat dan Budaya Timur
Disini saya akan membahas hal yang paling mencolok diantara budaya Barat dan budaya Timur
- Pendidikan
- Kesadaran memahami ilmu pengetahuan dan filsafat
- Tren
- Komunikasi
- Mengemukakan Pendapat
- Dalam pendidikan, Budaya Barat lebih memperhatikan bagaimana Individu tersebut memahami dalam suatu pelajaran yang sedang dipelajari sesuai dengan daya tangkap dan umur setiap Individu dan mengembangkan bakat Individu tersebut tanpa menghilangkan pendidikan formal yang harus di enyam oleh sang Individu. Sedangkan Budaya Timur lebih memperhatikan bagaimana Individu itu harus bisa mengerti suatu pelajaran dengan cepat tanpa memikirkan apakah Individu itu memahami atau tidak. Dan biasanya kebanyakan orang Timur, lebih memilih mengembangkan salah satu antara bakat dan pendidikan formal.
- Kesadaran memahami ilmu pengetahuan dan filsafat. Kebudayaan Barat adalah kebudayaan yang cara pembinaan kesadarannya dengan cara mamahami ilmu pengtahuan dan filsafat. Mereka melakukan berbagai diskusi dan debat untuk menemukan atau menentukan makna yang sebenarnya dari kesadaran. Mereka banyak belajar dan juga mengajar yang awalnya datang dari proses diskusi dan perdebatan yang mereka lakukan. Melalui proses belajar dan mengajar, para ahli atau master dari kebuyaan tersebut yaitu kebudayaan barat dituntut untuk pandai dalam berceramah dan berdiskusi. Hal itu dilakukan karena para murid akan menilai suatu pencapaian seorang master dalam berceramah dan berdiskusi, dan akhirnya banyak yang akan mengikuti ajarannya.Sedangkan pada Kebudayaan Timur cara pembinaan kesadarannya adalah dengan cara melakukan berbagai macam pelatihan fisik dan mental. Pelatihan fisik dapat berupa menjaga pola makan dan minum ataupun apa yang dimakan dan diminum, karena hal tersebut dapat berpengaruh besar pada tubuh atau fisik. Sedangkan untuk pelatihan mental dapat berupa kegiatan yang umumnya dilakukan sendiri, seperti : bersemedi, bertapa, berdo’a, beribadah, dan lain lain.
- Tren. Orang Barat lebih terkesan biasa saja jika pergi ke sebuah mall. Hanya dengan t-shirt dan celana pendek. Sedangkan orang Timur pergi ke sebuah mall pakaiannya seperti orang pergi ke pesta.
- Komunikasi. Orang Barat lebih terkesan Individual dan kurang bersosialisasi dengan lingkungannya. Sedangkan orang Timur lebih bersosialisasi dengan lingkungannya.
- Mengemukakan pendapat. Orang Barat lebih to the point dalam mengemukakan pendapatnya dan langsung ke pokok permasalahan sedangkan orang Timur lebih berbelit-belit dan banyak adu mulut padahal inti nya sama.
Kamis, 31 Oktober 2013
Psikologi Manajemen, Psikologi Organisasi, Psikologi Komunikasi
PSIKOLOGI MANAJEMEN
Secara terminologi Psikologi menurut kesimpulan para
ahli adalah ilmu yang mempelajari semua tingkah laku dan perbuatan individu.
Dimana individu tersebut tidak dapat dilepaskan dari lingkungannya.Sedangkan
pengertian manajemen secara etimologis adalah,manajemen berasal dari kata
“management” yang artinya ketatalaksanaan, tata pimpinan, dan pengelolaan. Jadi
dapat disimpulkan bahwa pengertian psikologi manajemen adalah suatu studi
tentang tingkah laku manusia yang terlibat dalam proses manajemen dalam rangka
melaksanakan fungsi-fungsi manajemen untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan sebelumnya.
B. PSIKOLOGI
ORGANISASI
Pengertian Organisasi :
- Dalam
arti Statis (diam)
Merupakan wadah atau tempat kegiatan administrasi dan
manajemen berlangsung, dengan gambaran yang jelas tentang saluran hirarki
daripada kedudukan, jabatan wewenag, dan garis komando dan tanggung jawab.
- Dalam
arti Dinamis (bergerak)
Merupakan proses kerjasama antara orang-orang yang
tergabung dalam suatau wadah tertentu umtuk mencapai tujuan bersama seperti
yang telah ditetapkan secara bersama pula.
Dalam arti paling umum, psikologi organisasi adalah
ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang perilaku individu dan perilaku
kelompok dalam aturan organisasi formal.
C. PSIKOLOGI
KOMUNIKASI
Ada berbagai definisi yang dibuat untuk merumuskan
makna komunikasi yang pada dasarnya menyatakan bahwa komunikasi merupakan suatu
proses saat orang berusaha untuk menyampaikan informasi dan mendapatkan hal-hal
yang menjadi sasarannya. Komunikasi adalah penyampaian informasi, gagasan,
emosi, ketrampilan, dan sebagainya dengan menggunakan lambang-lambang atau
kata-kata, gambar, bilangan, grafik, dan lain-lain. Kegiatan atau proses
penyampaiannya biasanya dinamakan komunikasi.
Dimensi-Dimensi Komunikasi dalam Kehidupan Organisasi :
- Komunikasi
internal.
Komunikasi internal organisasi adalah proses penyampaian pesan antara anggota-anggota organisasi yang terjadi untuk kepentingan organisasi, seperti komunikasi antara pimpinan dengan bawahan, antara sesama bawahan, dsb.
Komunikasi internal organisasi adalah proses penyampaian pesan antara anggota-anggota organisasi yang terjadi untuk kepentingan organisasi, seperti komunikasi antara pimpinan dengan bawahan, antara sesama bawahan, dsb.
Komunikasi vertikal adalah komunikasi dari atas ke
bawah dan dari bawah ke atas. Komunikasi dari pimpinan kepada bawahan dan dari
bawahan kepada pimpinan. Dalam komunikasi vertikal, pimpinan memberikan instruksi-instruksi,
petunjuk-petunjuk, informasi-informasi, dan lain-lain kepada bawahannya.
Sedangkan bawahan memberikan laporan-laporan, saran-saran, pengaduan-pengaduan
dan sebagainya kepada pimpinan.
Dan pengertian komunikasi horizontal atau lateral adalah
komunikasi antara sesama seperti dari karyawan kepada karyawan, manajer kepada
manajer. Pesan dalam komunikasi ini bisa mengalir di bagian yang sama di dalam
organisasi atau mengalir antarbagian. Komunikasi lateral ini memperlancar
pertukaran pengetahuan, pengalaman, metode, dan masalah. Hal ini membantu
organisasi untuk menghindari beberapa masalah dan memecahkan yang lainnya,
serta membangun semangat kerja dan kepuasan kerja.
- Komunikasi
eksternal.
Komunikasi eksternal organisasi adalah komunikasi antara pimpinan organisasi dengan khalayak di luar organisasi. Komunikasi eksternal terdiri dari jalur secara timbal balik:
Komunikasi eksternal organisasi adalah komunikasi antara pimpinan organisasi dengan khalayak di luar organisasi. Komunikasi eksternal terdiri dari jalur secara timbal balik:
a. Komunikasi dari
organisasi kepada khalayak. Komunikasi ini dilaksanakan umumnya bersifat
informatif, yang dilakukan sedemikian rupa sehingga khalayak merasa memiliki
keterlibatan, setidaknya ada hubungan batin. Komunikasi ini dapat melalui
berbagai bentuk, seperti majalah organisasi; press release; artikel surat kabar
atau majalah; pidato radio; film dokumenter; brosur; leaflet; poster; konferensi
pers.
b. Komunikasi dari
khalayak kepada organisasi. Komunikasi dari khalayak kepada organisasi
merupakan umpan balik sebagai efek dari kegiatan dan komunikasi yang dilakukan
oleh organisasi.
DAFTAR PUSTAKA
·
Mortimer R. Fienberg, dkk., Psikologi
Manajemen, Penerbit Mitra Utama, Jakarta, 1996.
·
Abu, Ahmadi, Psikologi umum, Edisi
Revisi 2009.
·
Hasibuan, Malayu S.P., Manajemen
Dasar, Pengertian, dan Masalah, Bumi Aksara; Jakarta, 2007.
·
Wursanto, Ig, Dasar-dasar Ilmu
organisasi, CV. Andi offset; 2005.
·
Wiryanto, 2005, Pengantar Ilmu Komunikasi,
Jakarta: Gramedia Wiasarana Indonesia.
Selasa, 08 Oktober 2013
Biografi
Ok. Here I am. Lahir di Pacitan 30 november hampir 20 tahun silam.Bermuka Jawa namun darah China masih mengalir dalam tubuh saya. Anak yang pada akhirnya menjadi tunggal, dikarenakan para bayi bayi mungil yang seharusnya menjadi kakak saya, telah diambil Tuhan jauh sebelum mereka melihat dunia. Lahir dari pasangan suami istri, Bapak Sugiharto dan Almh.Ibu Harminah. Yah, hampir 100 hari yang lalu, Mama dipanggil Tuhan, Tuhan mungkin jauh lebih menyayangi Mama. Maka dari itu, Tuhan mengambil Mama untuk kembali ke surgaNya. (Amin).
Lahir dan dibesarkan dilingkungan keluarga yang berbeda-beda agama. Membuat saya, mungkin terlalu kritis terhadap orang-orang yang menghina, menggunjing agama lain. Apakah anda sudah BENAR ?. Saya belajar dana memahami agama lain dengan baik. Saya amat sangat menghargai dan menghormati agama lain.
Sekarang saya sedang menjalankan tugas sebagai seorang mahasiswi di salah satu Universitas Swasta ternama di daerah Depok. UNIVERSITAS GUNADARMA. Kalau anda bertanya saya mengambil jurusan apa, mungkin anda akan tercengang ketika anda mendengar "PSIKOLOGI" sambil melihat wajah saya. Karena kenapa ? Karena banyak orang yang berpikir bahwa saya mengambil jurusan Arsitektur, Hukum, Teknik. Yah, mungkin tekstur wajah saya terlalu keras untuk menjadi seorang "PSIKOLOG".
Saya menyukai banyak hal dan saya orang yang cukup simple. Tapi, jangan pernah membuat saya berpikir dua kali untuk memercayai anda ketika anda telah merusak kepercayaan dari saya.
Saat ini saya sedang sibuk dengan jadwal kuliah saya yang sedang padat kayak lepet. Dan sedang mencoba membuat rendang yang rasanya sama dengan buatan Almh. Mama. Master Koki saya, yang paling enak di dunia ini.
I love ALLAH SWT. Born to WIN. Born to FIGHT. I'm very busy to loving people who loving me.
Lahir dan dibesarkan dilingkungan keluarga yang berbeda-beda agama. Membuat saya, mungkin terlalu kritis terhadap orang-orang yang menghina, menggunjing agama lain. Apakah anda sudah BENAR ?. Saya belajar dana memahami agama lain dengan baik. Saya amat sangat menghargai dan menghormati agama lain.
Sekarang saya sedang menjalankan tugas sebagai seorang mahasiswi di salah satu Universitas Swasta ternama di daerah Depok. UNIVERSITAS GUNADARMA. Kalau anda bertanya saya mengambil jurusan apa, mungkin anda akan tercengang ketika anda mendengar "PSIKOLOGI" sambil melihat wajah saya. Karena kenapa ? Karena banyak orang yang berpikir bahwa saya mengambil jurusan Arsitektur, Hukum, Teknik. Yah, mungkin tekstur wajah saya terlalu keras untuk menjadi seorang "PSIKOLOG".
Saya menyukai banyak hal dan saya orang yang cukup simple. Tapi, jangan pernah membuat saya berpikir dua kali untuk memercayai anda ketika anda telah merusak kepercayaan dari saya.
Saat ini saya sedang sibuk dengan jadwal kuliah saya yang sedang padat kayak lepet. Dan sedang mencoba membuat rendang yang rasanya sama dengan buatan Almh. Mama. Master Koki saya, yang paling enak di dunia ini.
I love ALLAH SWT. Born to WIN. Born to FIGHT. I'm very busy to loving people who loving me.
Sabtu, 29 Juni 2013
Tugas Akhir Softkill
TULISAN
1
Konsep
Sehat
Konsep
sehat itu terdiri dari 5 dimensi yaitu fisik, emosi, sosial, spiritual, dan
intelektual.
1. Kesehatan
fisik adalah suatu keadaan dimana bentuk fisik dan fungsinya tidak ada gangguan
sehingga memungkinkan perkembangan psikologis dan sosial dapat melakukan
kegiatan sehari-hari dalam kondisi yang baik atau optimal.
Contoh
nya : bebas dari penyakit.
2. Kesehatan
emosi adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami reaksi tubuh dalam
menghadapi situasi tertentu.
Contoh
nya : seseorang yang tidak dapat menahan emosi nya ketika dia mendengar suatu
berita tentang diri nya dia tidak dapat menahan diri.
3. Kesehatan sosial adalah suatu keadaan dimana
seseorang dapat berinteraksi dengan orang lain di lingkungan sekitarnya,
sehingga mampu untuk hidup bersama dengan masyarakat lingkungannya.
Contoh
nya : seorang tetangga baru bisa dengan mudah nya berinteraksi dengan tetangga
atau penduduk lama.
4. Kesehatan
spiritual adalah kesehatan yang berkaitan dengan hubungan kita dengan sang
pencipta
Contoh
nya : kita sadar untuk sholat 5 waktu.
5. Kesehatan
intelektual adalah suatu dimana seseorang mampu mengendalikan kecerdasannya
untuk berfikir, berfikir baik maupun buruk.
Contoh
nya : seseorang yang dapat berfikir dalam mencari jalan keluar suatu masalah.
Sejarah
kesehatan mental
Perkembangan
kesehatan mental dipengaruhi oleh dua tokoh, yaitu Dorothea Lynde Dix dan
Clifford Whittingham Beers. Kedua tokoh ini banyak mendedikasikan hidupnya
dalam bidang pencegahan gangguan mental dan pertolongan bagi orang-orang miskin
dan lemah. Dorthea Lynde Dix lahir pada tahun 1802 dan meninggal dunia pada
tanggal 17 Juli 1887. Ia adalah seorang guru di Massachussets, yang menaruh
perhatian terhadap orang-orang yang mengalami gangguan mental. Sebagian
perintis (pioneer), selama 40 tahun Ia berjuang untuk memberikan pertolongan
terhadap orang-orang yang mengalami gangguan mental agar dapat diperlakukan
secara lebih manusiawi.
Pendekatan
Kesehatan Mental
Ada 3
pendekatan dalam kesehatan mental, yaitu:
1.
Orientasi Klasik
2.
Orientasi Penyesuaian Diri
3.
Orientasi Pengembangan Potensi.
TULISAN
2
TEORI
KEPRIBADIAN SEHAT
2.1
Aliran Psikoanalisa
Psikoanalisis
merupakan suatu bentuk kepribadian. Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh
Sigmun Freud (1856-1938). Teori psikologi Freud didasari pada keyakinan bahwa
dalam diri manusia terdapat suatu energi psikis yang sangat dinamis. Energi
psikis inilah yang mendorong individu untuk bertingkah laku. Menurut
psikoanalisis, energi psikis itu berasumsi pada fungsi psikis yang berbeda
yaitu: Id, Ego dan Super Ego.
· Id
merupakan bagian palung primitif dalam kepribadian, dan dari sinilah nanti ego
dan Super Ego berkembang. Dorongan dalam Id selalu ingin dipuaskan dan
menghindari yang tidak menyenangkan.
· Ego
merupakan bagian “eksekutif” dari kepribadian, ia berfungsi secara rasional
berdasakan prinsip kenyataan. Berusaha memenuhi kebutuhan Id secara
realistis,yaitu dimana Ego berfungsi untuk menyaring dorongan-dorongan yang
ingin dipuaskan oleh Id berdasarkan kenyataan.
· Super
Ego merupakan gambaran internalisasi nilai moral masyarakat yang diajarkan
orang tua dan lingkungan seseorang. Pada dasarnya Super Ego merupakan hati
nurani seseorang dimana berfungsi sebagai penilai apakah sesuatu itu benar atau
salah. Karena itu Super Ego berorientasi pada kesempurnaan.
2.2
Aliran Behavioristik
Teori
Behaviorisme pertama kali diperkenalkan oleh John B. Watson (1879-1958).
Menurut penganut aliran ini perilaku selalu dimulai dengan adanya rangsangan
yaitu berupa stimulus dan diikuti oleh suatu reaksi berupa respons terhadap
rangsangan itu. Salah satu penganut Watson adalah B.F. Skinner. Aliran ini
memandang manusia seperti mesin yang dapat dikendalikan perilakunya lewat suatu
pengkondisian. Ini menganggap manusia yang meberikan respon positif yang
berasal dari luar. Dalam aliran ini manusia di anggap tidak memiliki sikap diri
sendiri.
Aliran
behaviorisme mempunyai 3 ciri penting:
·
Menekankan
pada respon-respon yang dikondisikan sebagai elemen dari perilaku
·
Menekankan
pada perilaku yang dipelajari dari pada perilaku yang tidak dipelajari.
Behaviorisme menolak kecenderungan pada perilaku yang bersifat bawaan.
·
Memfokuskan
pada perilaku binatang. Menurutnya, tidak ada perbedaan alami antara perilaku
manusia dan perilaku binatang. Kita dapat belajar banyak tentang perilaku kita
sendiri dari studi tentang apa yang dilakukan binatang.
2.3
Aliran Humanistik
Kepribadian
yang sehat menurut Behavioristik:
·
Memberikan
respon terhadap faktor dari luar seperti orang lain dan lingkungannya
·
Bersifat
sistematis dan bertindak dengan dipengaruhi oleh pengalaman
·
Sangat
dipengaruhi oleh faktor eksternal, karena manusia tidak memiliki sikap dengan
bawaan sendiri
·
4.Menekankan
pada tingkah laku yang dapat diamati dan menggunakan metode yang obyektif
TULISAN
3
PENYESUAIAN
DIRI DAN PERTUMBUHAN PERSONAL
Penyesuaian
Diri
Penyesuaian
diri dikenal dengan istilah adjustment atau personal adjustment. Schneiders
berpendapat bahwa penyesuaian diri dapat ditinjau dari tiga sudut
pandang, yaitu: penyesuaian diri sebagai adaptasi (adaptation),
penyesuaian diri sebagai bentuk konformitas (conformity), dan penyesuaian diri
sebagai usaha penguasaan (mastery).
Pertumbuhan
Personal
Manusia
merupakan makhluk individu. Manusia disebut sebagai individu apabila
tingkah lakunya spesifik atau menggambarkan dirinya sendiri dan bukan bertingkah
laku secara umum atau seperti orang lain.
Setiap
individu pasti akan mengalami pembentukan karakter atau kepribadian. Dan hal
tersebut membutuhkan proses yang sangat panjang dan banyak faktor-faktor yang
mempengaruhi pembentukan kepribadiannya tersebut dan keluarga adalah faktor
utama yang akan sangat mempengaruhi pembentukan kepribadian. Hal ini disebabkan
karena keluarga adalah kerabat yang paling dekat dan kita lebih sering bersama
dengan keluarga. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan
individu adalah faktor genetik dan faktor eksternal / lingkungan.
TULISAN
4
STRES
Arti
Penting Stres
Stress
adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk
ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang. Bahkan stress dapat
membuat produktivitas menurun, rasa sakit dan gangguan-gangguan mental.
Efek-efek
Stres
Akibat
yang ditimbulkan oleh stres:
·
Sakit
kepala
·
Obesitas
·
Kerusakan
gigi dan ketegangan di rahang
·
Berkurangnya
gairah seksual
·
Stroke,
hipertensi, diabetes
·
Ketegangan
otot
·
Sakit
saluran pencernaan, sakit perut, diare.
General
Adaptation Syndrom
Menurut
Hans Selye membagi stress membagi stress dalam 3 tingkatan:
a.
Eustress
b.
Disstres
c.
Optimal Stress atau Neustress
Penyebab Stres (Faktor Individual
& Sosial)
Group
stressors, kurangnya dukungan sosial, serta adanya konflik intraindividu,
interpersonal, dan intergrup. Individual stressors, terdiri dari konflik dan
ketidakjelasan peran, serta daya tahan psikologis.
Tipe
Stres Psikologis
·
Tekanan: Tekanan
bisa timbul dari dalam dan luar diri kita, terkadang tekanan lebih sering
timbul dari luar diri yaitu lingkungan.
·
Frustasi: Fustasi
timbul karena merasa gagal dan tidak dapat mencapai suatu yang diinginkan.
·
Konflik: Konflik
adalah suatu proses sosial antara dua orang atau dimana salah satu pihak
berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak
berdaya.
·
Kecemasan: Ditandai
dengan kekhawatiran, kurang percaya diri, kegelisahan yang dapat mengganggu
kinerja fisiologis tubuh.
Symptom
– Reducing Respon Terhadap Stres
Mekanisme
Pertahanan Diri
- · Represi
- · Regresi
- · Proyeksi
- · Sublimasi
- · Pembentukan reaksi
- · Displacement
- · Fiksasi
- · Rasionalisasi
Strategi
Coping untuk Stres
Strategi
coping dapat diartikan sebuah cara atau perilaku individu untuk menyelesaikan
suatu permasalahan. Macam coping menurut Santrock (1996):
·
strategi
pendekatan (approach strategy)
·
strategi
menghindar (avoidance strategy)
Bentuk-bentuk
strategi coping yaitu :
·
Problem
focused coping-PFC yaitu strategi kognitif yang digunakan individu dalam rangka
menangani masalahnya.
·
Emotion
focused coping-EFC yaitu strategi penanganan stress dimana
individu memberikan respon terhadap situasi stress dengan cara
emosional.
Pendekatan
Problem Solving Terhadap Stres
Cara
untuk mengatasi stres, diantaranya adalah:
-
Belajar
mengatakan “tidak”.
-
Hindari
orang-orang yang membuat anda stres.
-
Kendalikan
lingkungan.
-
Menganalisis
jadwal.
-
Ekspresikan
perasaan anda.
-
Dukungan
dari orang terdekat.
TULISAN
5
Hubungan
Interpersonal
Hubungan
interpersonal adalah hubungan antara individu satu dengan individu lain yang
melandasi komunikasi interpersonal yang dilakukan. Hubungan interpersonal
adalah dimana ketika kita berkomunikasi, kita bukan sekedar menyampaikan isi
pesan, tetapi juga menentukan kadar hubungan interpersonalnya.
Model-model
Hubungan Interpersonal:
·
Model
Pertukaran Sosial
·
Hubungan
Peran
TULISAN
6
Cinta
dan Perkawinan
·
Deskripsi
cinta dan perkawinan
Cinta adalah
sebuah emosi dari kasih sayang yang
kuat dan ketertarikan pribadi. Perkawinan adalah salah satu bentuk ibadah yang
kesuciannya perlu dijaga oleh kedua belah pihak baik suami maupun istri. Perkawinan
bertujuan untuk membentuk keluarga yang bahagia sejahtera dan kekal selamanya.
·
Bagaimana
memilih pasangan?
Beranikah
kita menyerahkan pilihan kita kepada orang yang lebih tahu luar dan dalam serta
pengalaman hidup yang cukup ? berusaha menjadikan kita pantas mendapatkan
pasangan yang memang cocok dengan pengertian orang baik akan bertemu orang baik
itu cocok dan yang jelek hatinya akan bertemu dengan yang jelek juga. Serahkan
kepada tuhan dan berusaha taat dan memantaskan diri sendiri. Menjadi orang yang
dekat kepada tuhan akan menjadikan diri kita beruntung.
·
Seluk
beluk Hubungan dalam Perkawinan
Pendapat Dawn
J. Lipthrott, LCSW, seorang psikoterapis dan juga marriage and relationship
educator and coach, dia mengatakan bahwa ada lima tahap perkembangan dalam
kehidupan perkawinan
·
Tahap
pertama : Romantic Love.
·
Tahap
kedua : Dissapointment or Distress.
·
Tahap
ketiga : Knowledge and Awareness.
·
Tahap
keempat: Transformation.
·
Tahap
kelima: Real Love.
Penyesuaian
dan Pertumbuhan dalam Perkawinan
Hirning
dan Hirning (1956) mengatakan bahwa penyesuaian perkawinan itu lebih
kompleks dibandingkan yang terlihat. Dua orang memasuki perkawinan harus
menyesuaikan satu sama lain dengan tingkatan yang berbeda-beda. Untuk
tingkat organismik mereka harus menyesuaikan diri dengan sensori,
motor, emosional dan kapasitas intelektual dan kebutuhan.
Perceraian
dan Pernikahan Kembali
Pernikahan bukanlah akhir kisah indah bak dongeng cinderella, namun dalam
perjalanannya, pernikahan justru banyak menemui masalah. Menikah Kembali
setelah perceraian mungkin menjadi keputusan yang membingungkan untuk diambil.
Karena orang akan mencoba untuk menghindari semua kesalahan yang terjadi dalam
perkawinan sebelumnya dan mereka tidak yakin mereka bisa memperbaiki masalah
yang dialami. Mereka biasanya kurang percaya dalam diri mereka untuk memimpin
pernikahan yang berhasil karena kegagalan lama menghantui mereka dan membuat
mereka ragu-ragu untuk mengambil keputusan.
Single
Life
Ada banyak alasan untuk tetap melajang. Perkembangan jaman, perubahan gaya
hidup, kesibukan pekerjaan yang menyita waktu, belum bertemu dengan pujaan hati
yang cocok, biaya hidup yang tinggi, perceraian yang kian marak, dan berbagai
alasan lainnya membuat seorang memilih untuk tetap hidup melajang. Batasan usia
untuk menikah kini semakin bergeser, apalagi tingkat pendidikan dan kesibukan
meniti karir juga ikut berperan dalam memperpanjang batasan usia seorang untuk
menikah. Keputusan untuk melajang bukan lagi terpaksa, tetapi merupakan sebuah
pilihan. Itulah sebabnya, banyak pria dan perempuan yang memilih untuk tetap
hidup melajang.
Langganan:
Postingan (Atom)